Giyatno Gelar Reses Di Gang Amal Duri Timur, Warga Sampaikan Aspirasi Ini

 



DURI - Reses dan silaturahmi anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Pelda (Purn) Giyatno kembali dilanjutkan. Kali ini kegiatan reses digelar pada Rabu sore (24/8/22) digelar di rumah kediaman Siyar, yang terletak Jalan Soebrantas Gg. Amal Rt. 04/Rw.05 Kelurahan Duri Timur Kecamatan Mandau. 




Hadir dalam kegiatan reses tersebut Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari Partai PKS Pelda (Purn) Giyatno, Lurah Duri Timur yang diwakili oleh Sekretaris Kelurahan, management Tanah Abang Departemen Store yang diketuai oleh Pendi Warson Ketua RT dan Ketua RW yang diwakili oleh salah seorang warga yang bernama Pak Yan serta warga yang mendapatkan undangan.




Usai kata sambutan dari masyarakat, acara dilanjutkan pada acara inti, yaitu reses yang disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Pelda (Purn) Giyatno.


"Saya berharap kepada semua warga yang hadir. Agar menyampaikan aspirasinya. Anak-anak yang mau sekolah, Duri Timur dan Duri Barat belum memiliki sekolah SMA. Hal ini kita sudah menyampaikan ke dinas pendidikan Provinsi Riau. Karena hal ini adanya pemberlakuan zonasi. Nah untuk memfasilitasi hal ini, tentunya akan difasilitasi oleh pemerintah provinsi Riau, namun dengan syarat harus ada tanah. Apa bila ada tempat dan tanahnya, pemerintah provinsi siap membangun sekolah tersebut. Jika ibu-ibu ada kendala terkait kepengurusan KIA, atau lainnya, ibu-ibu silahkan sampaikan kepada saya. Di pemerintahan juga menyediakan pelatihan bagi ibu-ibu bagi penggiat UMKM. Bisa kami datangkan pelatihnya untuk ibu-ibu,"jelasnya.


Acara dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi oleh warga. Aspirasi pertama disampaikan oleh Pak Yan yang merupakan salah seorang RW. Dirinya menyampaikan,


"Dengan adanya sistem zona memang agar menyulitkan. Namun ada tanah yang harus disiapkan atau dibeli oleh pemerintah. Namun kalau hal pembebasan lahan. Sebab kami RT dan RW sangat sulit terkait dengan adanya zonasi ini. Hal ini sudah saya sampaikan beberapa waktu lalu. Namun dengan adanya pak dewan kami yakin,"katanya.


Aspirasi kedua disampaikan oleh salah seorang ibu-ibu. Dirinya menyampaikan kesulitan terhadap masuk ke sekolah SMA. Baik itu lewat zonasi, prestasi dan afirmasi. Dirinya juga menyampaikan masalah masuk kerja di perusahaan yang begitu sulit, meskipun sudah tamat S1.


Menanggapi kedua aspirasi ini, ini jawaban Giyatno. "Terkait sekolah, yang punya tanah adalah Kabupaten Bengkalis. Sementara pihak provinsi Riau hanya membangun sekolah. Dan beberapa kesempatan juga telah disampaikan hal ini. Namun apa yang jelas, untuk pembangunan sekolah ini telah disampaikan. Pihak provinsi mengatakan kalau tanahnya ada, pihak provinsi siap membangun. Namun kalau untuk membeli tanah, hal itu tentunya butuh waktu. Semuanya harus ada proses. Terkait banjir, parit mau dibangun oleh pemerintah. Namun arahnya belum jelas. Jadi paritnya yang mana?. Masyarakat pada umumnya, ketika ingin dibangun oleh pemerintah, kebanyakan masyarakat minta ganti rugi. Hal ini udah sering terjadi. Namun apa pun, hal ini akan kita usulkan nantinya,"jelasnya.


Meskipun sempat diguyur hujan, namun acara reses tetap berjalan. Acara diakhiri dengan foto bersama Giyatno dan masyarakat.

Stay Conneted

Domain