Type Here to Get Search Results !

adsense

Reses Dikediamannya, Ini Aspirasi Yang Ditampung Yung Sanusi, S.H,M.H.

 



BATHIN SOLAPAN-Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Sanusi, S.H,M.H. atau yang lebih akrab disapa dengan Yung Sanusi dalam resesnya kali ini menggelar acara reses di kediamannya yang terletak di Jl. Puma (Perumnas) Desa Tambusai Batang Dui Kecamatan Bathin Solapan. Hadir juga dalam acara tersebut Ketua Dewan Pimpinan Ranting (DPRA) PKS Batang Dui Tengku Ridwan, Perwakilan Desa Batang Dui yang disampaikan oleh Ketua RT 02 RW 06 Syafroni dan tokoh masyarakat Syamsul.




Warga yang hadir dalam kegiatan reses tersebut datang dengan mencuci tangan terlebih dahulu, dan menggunakan masker sebagai syarat protokol kesehatan Covid-19. Warga yang hadir dalam acara tersebut, seperti sudah tak sabar menyampaikan aspirasinya.




Mengawali resesnya, Yung Sanusi, S.H.M.H menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga yang telah hadir dalam reses tahap III tahun 2021 ini. Dirinya mengatakan, reses ini merupakan agenda dalam rangka menjemput aspirasi masyarakat.


"Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran kepada ibu-ibu dan bapak-bapak. Sebagaimana kita ketahui, Chevron saat ini sudah tidak lagi disini. Dimana semua pengelolaan diambil oleh BUMN. Nah, tentunya peluang ini untuk penyerapan tenaga kerja lokal, sangatlah kita harapkan. Agar masyarakat kita bisa bekerja di perusahaan. Tugas saya di Komisi I terus melakukan sidak di sejumlah perusahaan, demi memperjuangkan kepentingan tenaga kerja lokal seperti apa yang tertuang dalam Perda No.4 Tahun 2004. Kita juga di komisi I memberikan sanksi hukum jika tidak mematuhi peraturan daerah. Dimana pada hakikatnya kita selama ini lebih banyak menjadi penonton akibat perusahaan mengatakan tidak ada lowongan kerja. Hal-hal seperti inilah yang terus-menerus kita perjuangkan,"jelas Yung Sanusi dalam resesnya.


Dirinya juga menyampaikan terkait pemekaran desa. Dimana dalam rencananya nanti akan dimekarkan menjadi 45 desa. "Kita terus memperjuangkan pemekaran desa dan kelurahan ini, apa lagi kebetulan saya ketua Ranperda tentang pemekaran desa dan kelurahan ini. Kita terus mendesak dan memberikan perhatian serius. Banyak hal yang positif bila desa dimekarkan. Kemudian bicara masalah kesejahteraan masyarakat, kita membuat program pertanian. Dimana ada 5000 pohon hibrida yang akan kita berikan kepada masyarakat. Tujuannya, kalau setiap satu rumah ada pohon kelapa, nantinya masyarakat tak susah lagi membeli kelapa untuk konsumsi, dan selebihnya bisa dibuat koperasi untuk mengelola kelapa ini,"Imbuhnya.


Salah seorang warga bernama Pak Min menyampaikan terkait adanya penyumbatan di drainase yang ada di RT 02 RW 07 Desa Tambusai Batang Dui. Hal senada juga disampaikan oleh ibuk Siti Rama. Dirinya menyampaikan terkait genangan air yang ada di depan Kantor Disdukcapil Bathin Solapan.


Menanggapi hal ini, Yung Sanusi,S.H,M.H memberikan tanggapannya. "Kepada ibuk Siti Rama, dan Pak Min, nanti akan kita tinjau kembali lokasinya. Seperti ibuk Siti Rama saya sudah datang, tapi ibuk tidak ada dirumah. Nanti akan kita tinjau lagi. Terkait masalah honor untuk guru MDTA, kemungkinan mungkin itu dari desa. Atau nantinya bisa di pertanyakan lagi nantinya. Apakah selama ini dianggarkan,"jelas Yung Sanusi menjawab semua pertanyaan konstituennya.


Pertanyaan pamungkas dipertanyakan oleh Ulin. Dirinya mempertanyakan ciri-ciri perusahaan yang ilegal dan perusahaan legal. Pertanyaan ini langsung dijawab oleh Yung Sanusi. "Ada beberapa kriteria perusahaan yang tidak memiliki legalitas seperti tidak ada plank perusahaan, kemudian modus menyewa rumah warga..padahal itu kantor. Kemudian wajib lapor tenaga kerja, serta harus ada nama perusahaannya. Dan kita sudah sidak ke perusahaan,"pungkasnya.


Acara reses yang berlangsung selama dua jam ini berjalan dengan tertib, dan sejumlah aspirasi masyarakat pun sudah tersampaikan.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Iklan



Hollywood Movies