Type Here to Get Search Results !

adsense

Renungan Subuh - Bersama Ustadz Prioni Arya Winata S.Pd.I

Ustadz Priono Arya Winata S.Pd.I


Renungan Subuh


Watilkal aiyyaami nudaawiluhaa bainan-naaas. Demikian firman Allah didalam Al-Qur’an. Ada siang ada malam, pagi datang petangpun segera kan menjelang, ada miskin dan juga yang kaya, ada saat datang ada juga waktunya kembali, di lain waktu  ada yang tertawa dan di saat yang lain ada juga yang menangis seluruhnya Allah putar sesuai dengan keagungan dan ke adilan-Nya.

Dan seluruhnya akan berjalan sesuai orbit yang telah di janjikan Allah swt, Dialah pengatur yang teramat teratur dan Dialah sang penentu yang amat jitu.

Wahai jiwa jiwa yang selalu berdosa !
Jika sudah demikian sadarnya kita akan ketentuan dan ketetapan-Nya, adakah pantas kita kan mengeluh, akankah kita terus mengaduh, dan akankah kita resah dan selalu gelisah, bukankah seluruhnya telah ada dalam suratan takdir-Nya ?...

Wahai jiwa jiwa yang pasrah dengan seluruh ketetapan Allah, hidup bagaikan musapir yang singgah sebentar dan selanjutnya akan kembali meneruskan perjalanan yang sesungguhnya, ambillah perbekalan sebanyak banyaknya agar tak menemui kesusahan dalam pejalanan selanjutnya. 

Wahai jiwa jiwa yang lemah.
Ibarat sebuah perjalanan maka dunya yang serba fana dan penuh dengan segala pata morgana adalah sebuah terminal, dalam terminal tersebut sang sopir kan berpesan kepada penumpang, turunlah sebentar, yang butuh makan dan minum makan dan minumlah, yang ingin belanja belanjalah, kita hanya sebentar singgah, perjalanan masih panjang, kita akan melewati tempat yang gelap, kita kan melalui padang sahara yang teramat panas, kita kan melihat lihat catatan catan sejarah, akhirnya kita kan menentukan langkah apakah bekal kita tadi cukup atau tidak, pergunakanlah waktu berhenti ini sebaik baiknya, karna setelah ini kita takkan lagi dapat belanja tuk menambah modal dan bekal.
Wahai jiwa jiwa yang ada dalam genggaman-Nya !

Di tempat yang sangat gelap nan pekat, waktunya di tengah keheningan malam yang sangat gelap gulita, kita hanya seorang diri, seluruhnya tetap dalam pantauan dan pengetahuan-Nya, apa yang terucap, apa yang tersirat segalanya ada dalam ilmunya, sekecil apapun yang kita buat balasan dari yang maha membalas akan disediakan-Nya,
Tidakkah kita sadar bahwa balasan darinya kan selalu pasti. Apa yang kita tanam itulah yang kan kita tunai, rokid dan atid takkan pernah salah dalam mencatat.

Wahai jiwa jiwa yang ada dalam pengelihatan-Nya !.

Adakah kehidupan yang kekal di dunia ini ? jika memang tak ada, siapakah yang akan hidup untuk selamanya ? dan jika masih ada hidup sesudah kematian, mengapa kita tak sungguh sungguh dalam menyerahkan kehidupan kita ? mengapakah terkadang kita masih mengagungkan makhluk-Nya ? tidakkah kita sadar bahwa air bah di jaman Nuh, negri yang di balik di jaman luth,  putting beliung di zaman Sulaiman, kekeringan yang panjang di jaman musa, kesusahan bahan pangan di zaman yusuf seluruhnya telah hadir di tengah kita, apalaaa ta’kiluuun, apalaaa tatafakkaruuun, apalaaa tatazzakaruuun, pa’tabiru ya ulil absor, alam takambang menjadi guru.  Hamba Allah yang lemah,
Duri kopi pagi, 090920
PAW. AnDesRaBat

Top Post Ad

Below Post Ad

Iklan



Hollywood Movies