Type Here to Get Search Results !

adsense

MUHASABAH. Ada apa dengan bencana ini.

 



Duri 09,10,18. ( Tulisan Lama)


Mengapa musibah di negeri ini datang silih berganti, seolah melengkapi penderitaan demi penderitaan yang sedang di rasakan rakyat dinegeri yang mayoritas muslim ini. Gempa di Lombok yang meluluh lantakkan negeri dan menimbulkan nestapa, duka dan bencana,  disusul lagi dengan gempa beserta tsunami yang mematikan di Palu, maupun Donggala.

Sejenak mari kita runut kebelakang akan musibah demi musibah yang melanda. Tsunami di Aceh menelan korban tak kurang dua ratus ribu jiwa, dan meluluh lantakkan insfratruktur, dan melumpuhkan roda ekonomi, gunung merapi yang di jaga Mbah Marijan bergeliat, timbullah awan panas lalu gumpalan debu penyebab ispa, gempa di Yogyakarta yang di susul Tsunami di Pangandaran, menyertai kehancuran tanah dwipa.

Lalu luapan Lumpur Lapindo brantas menutup bumi Sidoarjo, mengakibatkan ribuan orang menjerit kehilangan sandang dan papan, banjir dan Sinabung di Sumut serata di Kalimantan, dan ada lagi banjir di ibu kota yang diperkirakan menyebabkan kerugian tak kurang dari empat trilyun rupiah, alias empat ribu milyar dan setara dengan empat juta.  

Ada apa dengan-Mu, wahai negeriku. Mungkinkah alam sudah bosan bersahabat dengan kita atau barangkali Tuhan sudah marah dengan ulah dan tingkah manusianya, marilah kita bertanya pada diri kita, jangan kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

Rentetan musibah ini seharusnya menyadarkan kita, bahwa kita harus segera kembali pada petunjuk dan ajaran Allah SWT, sebab manakala kita berpikir dengan hati, merenungi segala perbuatan kita, pasti akan kita temukan jawabanya, bahwa seluruh musibah yang terjadi ini adalah di sebabkan kekupuran dan kemaksiatan yg di lakukan oleh  manusia itu sendiri.

LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender ) menjamur menimbulkan LGBT (Longsor, Gempa, Banjir Tsunami ). Kejahatan kemanusiaan berupa korupsi yang dilakukan oknum pemangku kekuasaan yang berakibat menimbulkan jutaan kemiskinan seolah pemandangan biasa yang sudah jadi tontonan, keadilan seolah jadi hal yang sangat langka dan mahal, Miras dan Narkoba sudah menjajah sampai sudut kampong dan desa, ah….. tak sanggup jari ini tuk menuliskan segala bentuk dosa yg telah di lakukan manuxsia, Kini semua sahabat jika mampu kuminta untuk menyebutkan satu saja dosa yg belum di lakukan oleh manusia. 

Duri, Kopi pagi 09 10 18

PAW. Priono Arya Winata

AnDesRaBat. Anak desa Ranjo batu.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Iklan



Hollywood Movies